Postingan

Rekomendasi Saham 6 Juli 2026: BMRI, TINS, BRMS, BFIN, BRIS hingga MDKA

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (6/7/2026) meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya? Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, menuturkan penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. "Untuk perdagangan Senin, 6 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji," kata Hendra dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. "Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terja...

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.280 Per Dolar AS Hari Ini (24/4)

  Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil rebound di awal perdagangan hari ini. Jumat (24/4/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.280 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat tipis 0,03% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.286 per dolar AS.  Hingga pukul 09.00 WIB, mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,35%. Selanjutnya, ringgit Malaysia yang ambles 0,16% dan won Korea Selatan terkoreksi 0,11%. Disusul, yuan China tertekan 0,07%. Berikutnya ada yen Jepang yang turun 0,03% dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,02%. Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12%. Kemudian ada dolar Taiwan yang terkerek 0,09% dan dolar Singapura menguat tipis 0,02% terhadap the greenback .

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Siap Tebar Dividen US$ 123,90 Juta, Cek Jadwalnya

  PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai dari tahun buku 2025. Hal ini telah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 April 2026. Total nilai dividen yang akan dibagikan oleh PGEO yakni sebesar US$ 123,90 juta dengan nominal dividen per saham sebesar Rp 49,4423. "Data keuangan per 31 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 137,70 juta," tulis Corporate Secretary PGEO, Kitty Andora dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/4/2026). Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen tunai PGEO: - Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi : 30 April 2026 - Ex Dividen di pasar reguler dan negosiasi : 4 Mei 2026 - Cum dividen di pasar tunai : 5 Mei 2026 - Ex dividen di pasar tunai : 6 Mei 2026 - Recording date : 5 Mei 2026 - Pembayaran dividen : 22 Mei 2026

Obligasi Angkasa Pura Senilai Rp 900 Miliar Akan Jatuh Tempo pada Juni 2026

  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan bahwa obligasi milik PT Angkasa Pura Indonesia akan jatuh tempo pada Juni 2026. Obligasi yang dimaksud adalah Obligasi I tahun 2016 seri C (peringkat idAAA) senilai Rp 900 miliar yang akan jatuh tempo pada 30 Juni 2026.  “Perusahaan berencana untuk melunasi instrumen utang yang jatuh tempo menggunakan dana Ijarah dari Sukuk Wakalah Bi Al Istitsmar 2024 PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), yang telah tercermin dalam kas dan setara kas perusahaan sebesar Rp 6,7 triliun per 31 Maret 2026,” jelas Qorri Aina & Tsanya Chindra, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).  Pefindo menyebut kas di luar dana Ijarah juga dapat digunakan sebagai sumber pendanaan alternatif jika dana Ijarah dialokasikan untuk tujuan lain.    Seperti diketahui tingkat bunga Obligasi I tahun 2016 seri C (peringkat idAAA) sebesar 9% dan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun. Tercatat wali amanat dalam emisi i...